BAZNAS Sumedang Ajak Masyarakat Bersedekah Sebagai Ikhtiar Menolak Bencana

Terkini 06 Sep 2026 15:49 • 2 min read • 6 views • By Edy. Ms

Share berita ini

BAZNAS Sumedang Ajak Masyarakat Bersedekah Sebagai Ikhtiar Menolak Bencana
SUMEDANG, AMC — Sedekah tidak hanya dipandang sebagai bentuk berbagi rezeki kepada sesama, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mem...

SUMEDANG, AMC — Sedekah tidak hanya dipandang sebagai bentuk berbagi rezeki kepada sesama, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai marabahaya.

Pesan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, melalui ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak zakat, infak dan sedekah.

Dalam pesan yang disampaikan BAZNAS Sumedang, masyarakat diajak untuk tidak menunggu datangnya musibah terlebih dahulu untuk kemudian bergerak membantu. Sebaliknya, kepedulian dan kebaikan dapat dilakukan sejak dini melalui sedekah.

“Bersedekahlah, sebab bala bencana tidak pernah mendahului sedekah,” demikian pesan yang dikutip BAZNAS Sumedang dari HR. Imam Baihaqi.

Ayi menekankan bahwa sedekah pada hakikatnya bukan sekadar aktivitas memberi sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian sosial sekaligus upaya membangun kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, masyarakat Sumedang diajak menjadikan zakat, infak dan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sedekah bukan sekadar berbagi rezeki, tetapi juga menjadi benteng penyelamat dan pelindung diri dari berbagai marabahaya,” demikian pesan BAZNAS Sumedang.

Ajakan tersebut juga sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang menghimpun, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat, infak serta sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam praktiknya, BAZNAS Sumedang juga telah menjalankan berbagai program kemanusiaan dan kebencanaan. Bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, misalnya, pernah disalurkan melalui BAZNAS Tanggap Bencana, termasuk bantuan air bersih bagi warga yang mengalami krisis akibat bencana.

Ayi pun mengajak masyarakat agar tidak melihat sedekah semata-mata dari besar kecilnya nominal. Yang lebih penting adalah keikhlasan, kepedulian dan konsistensi dalam berbagi.

“Mari kita tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik kita untuk membantu sesama sekaligus menjemput keberkahan,” pesan Ayi.

Bagi BAZNAS Sumedang, gerakan sedekah diharapkan tidak berhenti pada aktivitas ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kepedulian ketika terjadi musibah.

Sebab pada akhirnya, sedekah bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang kepedulian yang tumbuh dan manfaat yang dirasakan oleh orang lain.

AMC News