PKBM Wiguna Mekar, Membuka Jalan Pendidikan dengan Ruang Belajar Luas dan Tutor Profesional

Terkini 27 Sep 2026 11:40 • 3 min read • 9 views • By Edy. Ms

Share berita ini

PKBM Wiguna Mekar, Membuka Jalan Pendidikan dengan Ruang Belajar Luas dan Tutor Profesional
Sumedang, AMC — Pendidikan tidak selalu tumbuh dari ruang kelas sekolah formal. Di tengah masyarakat, ada ruang-ruang belajar yang hadir dengan cara b...

Sumedang, AMC — Pendidikan tidak selalu tumbuh dari ruang kelas sekolah formal.


Di tengah masyarakat, ada ruang-ruang belajar yang hadir dengan cara berbeda, memberi kesempatan kepada mereka yang ingin melanjutkan pendidikan, mengembangkan kemampuan, sekaligus menata kembali cita-cita yang sempat tertunda.


Semangat itulah yang terus dibangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wiguna Mekar, yang berlokasi di Dusun Cieun teu ng, RT 03/RW 01, Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.


Dengan jumlah 97 warga belajar putra dan putri, PKBM Wiguna Mekar terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas.


Lembaga ini tercatat memiliki NPSN P2964640, dengan izin penyelenggaraan pendidikan nonformal sebagaimana tercantum pada papan informasi lembaga.


Di balik perjalanan lembaga tersebut, ada komitmen pengelola untuk menjadikan PKBM bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat.


Ketua Yayasan, Dadang Uuy, turut mendorong agar PKBM Wiguna Mekar mampu berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masyarakat.


Sementara itu, Kepala PKBM Wiguna Mekar, Neng Ratnasari Wulan, S.Sos., menegaskan bahwa kenyamanan tempat belajar menjadi salah satu perhatian dalam proses pendidikan.


“Kami ingin PKBM menjadi tempat belajar yang tidak hanya memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang nyaman, terbuka dan bermakna bagi setiap warga belajar,” ujar Neng Ratnasari.


Menurutnya, keberadaan ruang pembelajaran yang luas dan nyaman diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih leluasa dan kondusif.


“Dengan ruang pembelajaran yang luas dan nyaman, kami berupaya menciptakan suasana belajar yang lebih leluasa dan kondusif.


Didukung tutor yang profesional, berpengalaman dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan warga belajar, kami berharap setiap peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik serta mengembangkan potensi yang dimilikinya,” katanya.


Pendidikan kesetaraan sendiri merupakan bagian dari layanan pendidikan nonformal.


Pemerintah pada 2026 terus mendorong penguatan mutu pendidikan nonformal dan menempatkan PKBM sebagai salah satu penyelenggara pendidikan kesetaraan.


Program Paket A, B dan C memberikan layanan pendidikan yang masing-masing setara dengan jenjang pendidikan dasar hingga menengah.


Bahkan, pemerintah menyebut pendidikan kesetaraan memiliki kurikulum yang setara dengan pendidikan formal, sementara karakter pendidikan nonformal memberikan ruang fleksibilitas yang dapat menyesuaikan kebutuhan warga belajar.


Bagi PKBM Wiguna Mekar, semangat tersebut diterjemahkan dalam upaya membangun lingkungan belajar yang membuat warga belajar merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.


“Bagi kami, setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, PKBM hadir sebagai ruang untuk membuka kembali kesempatan tersebut, baik bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan maupun yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya,” tutur Neng Ratnasari.


Karena itu, Neng Ratnasari mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan keterbatasan waktu maupun pengalaman masa lalu sebagai alasan untuk berhenti belajar.


“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan. Jangan sampai keterbatasan waktu atau pengalaman masa lalu menjadi alasan untuk berhenti belajar. Selama masih ada kemauan, selalu ada jalan untuk melangkah maju,” pungkasnya.

AMC News